Arif Wijayanto, M.Pd., TELAH MENUNJUKKAN KOMITMENNYA TERHADAP PENDIDIKAN MELALUI PERAN SEBAGAI DOSEN PENDAMPING LAPANGAN (DPL) PADA PROGRAM KAMPUS MENGAJAR BATCH 5 DAN 6

Yogyakarta, 29 November 2023

Dosen Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Arif Wijayanto, M.Pd., telah menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan melalui peran sebagai dosen pendamping lapangan (DPL) pada Program Kampus Mengajar Batch 5 dan 6. Pada tanggal 28 November, Arif Wijayanto juga secara langsung melakukan penarikan mahasiswa Kampus Mengajar di SMP PGRI Kasihan dan SD N Bantulan.

Program Kampus Mengajar (KM) merupakan program yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa lebih dekat dengan dunia pendidikan persekolahan. Dosen pendamping lapangan memegang peran penting dalam mendukung dan membimbing mahasiswa selama menjalani pengalaman melaksanakan program di sekolah-sekolah.

Arif Wijayanto, yang memiliki latar belakang pendidikan yang menjadikanya modal dalam  keterlibatanya memberikan bimbingan secara praksis kepada mahasiswa. Beliau memberikan arahan yang bedasar tentang strategi program yang efektif dalam mengembangkan literasi dan numerasi.

Pada tanggal 28 November, Arif Wijayanto turut serta dalam kegiatan penarikan mahasiswa Kampus Mengajar di dua sekolah mitra. Proses penarikan ini merupakan momen penting dalam program, di mana mahasiswa dapat berbagi pengalaman, pembelajaran, dan refleksi mereka selama diterjunkan dalam program kampus mengajar di sekolah.

Dalam komentarnya, Arif Wijayanto menyatakan, "Program Kampus Mengajar memberikan kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk merasakan langsung dunia pendidikan persekolahan secara langsung. Sebagai dosen pendamping lapangan, saya sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang sudah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat belajar di sekolah ini.”

Program Kampus Mengajar menjadi salah satu langkah inovatif dan efektif dalam  mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia dengan melibatkan mahasiswa secara langsung. Keberhasilan program ini tidak hanya tergantung pada partisipasi mahasiswa, tetapi juga pada peran penting dosen pendamping lapangan seperti Arif Wijayanto, serta pihak sekolah.